Posted in Apink, chorong, exo, fanfiction, suho

Tell Me What Is Love #5

PicsArt_07-12-12.54.32

TELL ME WHAT IS LOVE
EVINA93 @2017
Chapter / PG 15
School life, comedy, romance, drama
Cast : Kim Joon Myeon / Suho (Exo), Park Chorong (Apink), Rion
Other Cast : Kim Minseok / Xiumin (Exo), Zhang Yixing / Lay (Exo), Park Chanyeol (Exo), Bae Joohyun / Irene (Red Velvet).
Cerita milik saya, cast hanya ,ilik sang pencipta, orang tua serta agensi masing-masing. Don’t be plagiat. Tinggalkanlah jejak setelah membaca. Hargailah usaha para penulis.
Selamat membaca . .
Chapter 5
Perasaan bosan sedang menghampiri seorang Kim Joon Myeon, pasalnya jika waktu istirahat ia selalu berbuat kejahilan atau bermain-main bersama Yixing. Kali ini teman yang terkadang tidak ingin ia akui itu sedang ijin . Yixing sedang ada acara keluarga, itu yang ia tau.
Langkah kakinya membawa menuju kelas sang kakak, tanpa permisi ia masuk begitu saja. Berjalan menuju kakaknya berada tanpa memperdulikan tatapan semua penghuni kelas padanya.
“Hyung” panggilnya ketika berada di hadapan meja kakaknya.
Xiumin melihat sang pemanggil dan berdecak cukup keras. “Ada apa? “ ujarnya ketus.
“Aku bosan” Suho duduk di depan meja Xiumin dengan menghadap sang kakak.
“Lalu apa hubungannya denganku?” Xiumin mengerenyit. Tak cukupkah sang adik tercinta mengganggunya di rumah ketika sedang mengerjakan tugas. Heol, tugasnya masih menumpuk dan ia harus menyerahkannya siang nanti pada guru Choi. Seseorang tolong ingatkan Suho jika sang kakak sedang dalam masa pra ujian sehingga tugas dan kegiatannya sedang menumpuk.
“Temani aku melakukan sesuatu, Yixing sedang tak masuk hari ini, aku bosan~” ia menaruh kepalnya di meja.
“Ck, tugasku masih banyak Myeonnie” Minseok memberikan penekanan pada akhir katanya dan kembali menyelesaikan tugasnya.
“Kau benar-benar tak asik” Brak. Suho bangkit dan sedikit menggebrak meja, membuat Xiumin kaget dan tugas yang ia tulis tercoret dengan sempurna.
Mata Xiumin menatap tugasnya dengan nanar, sedangkan Suho terbelalak. ‘Mati aku’ gumamnya dalam hati.
“Kim Joon Myeon” panggil Xiumin dengan aura yang sangat mencekam.
“Hyeong itu itu . .” Suho sedikit tergagap.
“Keluar dari kelasku sekarang juga!” Xiumin menendang pantat Suho cukup keras hingga sang adik keluar. Pelajaran untuk kalian, jangan pernah membuat Xiumin marah jika kau tidak ingin merasakan tendangan mematikan dari sang captain team sepak bola sekolah.
Setelah sang adik keluar, Xiumin menutup pintu kelas hingga menimbulkan bunyi debuman keras, tanpa peduli pada sang adik yang sedang merintih kesakitan denagn mengelus bagian belakangnya.
“Aish, hyung. Kau sedang menstruasi ya? Galak sekai” teriaknya dari luar. Yang berda di dalam kelas dan sekitar menahan tawa mereka.
“YA! KIM JOON MYEON!!!!”
Setelah mendengar nada peringatan, Suho segera mengambil langkah seribu.
***
Langkah Suho kali ini membawanya menuju lapangan sekolah. Ia melihat Chanyeol dan anak lainnya sedang bermain basket. Ia menghentikan langkahnya dan menonton jalannya permainnan dari pinggir lapangan.
Chanyeol yang mengetahui kehadiran Suho segera menghampirinya. “Ah, Suho sunbae” sapanya. Suho hanya tersenyum sebagai balasan. “Terima kasih atas action figurenya” cengir Chanyeol.
“Tak masalah, apa kau menyukainya?” Tanya Suho.
“Tentu saja, itu incaranku dari dulu”
“Baguslah kalau begitu, apa kau diapa-apakan oleh Chorong?” selidik Suho.
“Itu sudah biasa Sunbae haha” jawabnya dengan sedikit garukan pada lehernya.
“Hyung” ujar Suho.
“Apa?” Tanya Chanyeol memastikan.
“Panggil aku hyung, mendegarmu memanggilku sunbae terasa sangat kaku” titah Suho.
“Ah, baiklah hy .. hyung” Chanyeol mencoba namun sedikit gugup.
“Ah, apakah kau ingin bermain dengan kami?” ajak Chanyeol.
“Tidak, terima kasih. Aku tidak suka panas panasan” tolak Suho.
“O oh baiklah” rasa canggung sedang dirasakan Chanyeol kali ini.
“Apa kau tau dimana Chorong?” setelah hening beberapa saat akhirnya Suho membuka suara.
“Ah, nonna. Jika tidak berada di ruang club. Pasti ia sedang bersama Irene nonna di kelas atau di kantin. Aku belum menemuinya di sekolah hari ini” ujar Chanyeol.
“Baiklah aku akan mencarinya, aku pergi dulu” baru berbalik Chanyeol dengan keberanian yang ada menahan lengan Suho.
“Ada apa?” tanya Suho. Kali ini fokusnya pada Chanyeol yang sedang memandangnya dengan penuh keseriusan.
“Sun . . Hyung, tolong jangan sakiti nonna, aku harap ia bahagia kali ini” pinta Chanyeol dengan menatap langsung pada kedua mata Suho dengan serius.
Walau Suho sedikit tak mengerti dengan apa yang dikatakan Chanyeol, ia akhirnya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Senyuman merekah pada wajah Chanyeol “Walau pun nonna itu galak, kasar dan menyebalkan tapi ia wanita yang baik, jaga dia ya hyung” Chanyeol berujar dengan sedikit keras dan berjalan mundur kembali ke lapangan.
Suho hanya tersenyum melihat kelakuan Chanyeol. Satu kesimpulan yang ia dapat dari perilaku Chanyeol. Walau terlihat dari luar Chanyeol itu selalu berkelahi dengan kakaknya tapi sifat protrctive pada sang kakak tetaplah ada.
Dan untuk Chanyeol. Tamat riwayatmu jika Chorong mendengarkan teriakanmu tadi. Berteriak di tengah lapangan, sedikit menjelekkan kakakmu, pada kekasih sang kakak. Benar-benar luar biasa Yeol.
***
Chorong dan Irene baru saja kembali dari kantin ketika sang wali kelas memanggil Chorong dan menyuruhnya ke ruang guru.
“Chorong-ah” panggil sang guru. Chorong entah kenapa susah untuk bernafas sekarang ini. apa ia melakukan kesalahan lagi?
“Ibu tau kau ini atlit kebanggan sekolah kita, tapi kau juga harus ingan jika nilai akademikmu itu juga penting. Melihat dari nilai rata-ratamu sehari-hari ini bisa membuatmu tinggal kelas. Ibu harap kau memikirkan ini. Kau tak ingin tinggal kelas kan?” nasehat sang guru.
Chorong menggeleng kaku sebagai jawaban.
“Belajarlah dengan giat, sebentar lagi ulangan kenaikan tingkat akan dilaksanakan. Jika nilaimu masih saja begini ibu tidak bisa menjaminnya” ujar sang guru.
“Ba baik bu, akan saya usahakan, terima kasih. Saya permisi” pamit Chorong.
“Oh ya Chorong” Chorong kembali berbalik pada wali kelasnya.
“Cobalah kau minta diajari oleh Joon Myeon, bukankah kalian sedang dekat” usul wali kelas.
“Nde? Maskud ibu, Joon Myeon, Kim Joon Myeon?” Tanya Chorong memastikan.
“Memangnya ada Kim Joon Myeon lain yang sedang dekat denganmu?” Tanya sang guru.
Chorong menggeleng, “Tapi mana, mungkin dia bisa” lanjutnya tak yakin.
“Kenapa tak bisa? Dia kan juara umum seangkatanmu” ujar sang guru meyakinkan.
“APA?!” mata Chorong terbelalak dan rahangnya sedikit terbuka. ‘ini mustahil’ pikirnya,
***
Suho sudah mencari Chorong di ruang club waktu itu, tapi nihil. Di kantin tak terlihat batang hidungnya sekalipun. Akhirnya Suho memutuskan menuju kelas Chorong. Bel masuk istirahat sebentar lagi akan berbunyi. Masa iya Suho menghabiskan waktu istirahatnya tapi tidak menemukan Chorong.
Sampai dikelas Chorong ia segera melihat-lihat, tak ada Chorong hanya ada Irene yang sedang berbincang dengan seseorang.
“Kau temannya Chorong kan?” Tanya Suho. Irene mengangguk.
“Apa kau melihat Chorong?” Tanya Suho.
“Ah, dia sedang, ah itu dia” Irene menunjuk seseorang di belakang Suho. Suho berbalik dan melihat Chorong yang sedang mendekati mereka dengan gumamannya.
Ketika Sudah berada di hadpan Irene dan Suho Chorong menghentikan langkahnya. “Belum masuk kan?” Tanya Chorong.
“Belum” Jawab Irene.
Lalu Chorong melihat ke sisi lainnya. “Tuh kan, mana mungkin” ujarnya melihat Suho dari atas sampai bawah.
“Apanya yang tak mungkin?” Tanya Suho yang kebingungan dengan sikap Chorong.
“Irene, jawab dengan Jujur. Apa benar dia juara umum angkatan kita?” Tanya Chorong menunjuk Suho.
“Yak!” teriak Suho yang di tunjuk-tunjuk.
“Benar, memangnya kenapa? Astaga, jangan bilang kau tak tau” ujar Irene. Chorong mengangguk.
“Tapi dia kan . .”
“Memangnya kenapa? Apa salahnya aku juara umum, kau pikir aku hanya orang yang seenaknya dan bodoh huh?” Tanya Suho.
“Tepat, itu kau tau” Chorong menepuk tanganya sekali, seperti memberi selamat pada Suho yang bisa menebaknya.
“YA!!”
“Oppa!” panggil seseorang.
Suho melebarkan tatapannya, tanpa pikir panjang ia menarik Chorong ke pelukannya. Dan Action!
“Chagia, aku merindukanmu” Suho menggoyang-goyang tubuh Chorong di pelukannya.
Rion, selaku pemanggil dan yang melihat terbakar api cemburu.
“Lepaskan” gumam Chorong dan berusaha melepaskan pelukan Suho.
“Diamlah, dan berperilakulah seperti kita ini adalah pasangan kasmaran. Dan aku akan mengabulkan satu permintaanmu” bisik suho.
“Benarkah?” bisik Chorong.
“Iya, cerewet”
“Ah, Chagia aku juga merindukanmu” Binggo. Rion semakin dibakar api cemburu. Sedangkan Irene dibuat terheran dengan kelakuan kedua insan yang sedang berpelukan ini. Bukankah beberapa menit lalu mereka sedang beradu mulut?
“Oppa kau tega sekali!” Rion menghentakkan kakinya dan pergi dari sana.
Setelah keadaan aman. Mereka segera melepaskan pelukannya dan berjauhan dengan jarak 1 meter. Menepuk-nepuk tubuh mereka seakan tertempel kotoran.
Irene hanya menggeleng melihat kelakuan keduanya.
“Kau harus mengabulkan permintaanku” ujar Chorong.
“Baiklah-baiklah, asal bukan mengakhiri kesepakatan kita itu tak apa. Jadi apa permintaanmu?” Tanya Suho.
“Ajari aku pelajaran” pinta Chorong.
“Ooh, APA????”
“Selamat Joon Myeon – sii, mengajari Chorong itu lebih sulit dari pada mengajari penguin bermain bola” Irene menepuk sedikit bahu Suho dan masuk kedalam kelas.
“YA”
“Kenapa aku?” Tanya Suho.
“Tak ada penolakan, sampai jumpa sepulang sekolah” Chorong menarik kedua pipi Suho. “Aigo, keyowo” pak pak. Chorong mencubit pipi Suho dan menepuknya dengan sedikit berlebihan.
“KENDALIKAN KEKUATANMU PARK!, AH, appo”
TO BE CONTINUE . .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements
Posted in Apink, chorong, exo, fanfiction, suho

Tell Me What Is Love #3

Tell Me What Is Love

Evina93 @2017
Chapter / PG 15
School life, comedy, romance.
Cast : Kim Joon Myeon / Suho (Exo), Park Chorong (Apink), Rion
Other Cast : Kim Minseok / xiumin (Exo), Zhang Yixing / Lay (Exo), Park Chanyeol (Exo), Bae Joohyun /  Irene (Red velvet)
Alur cerita milik saya, cast milik sang pencipta, orang tua serta agensi masing-masing. Dimohon untuk tidak mengcopy. Diwajibkan meninggalkan jejak setelah membaca ^^
Chapter 3

“Sebenarnya apa hubungan kalian?”

Karena sudah tidak memungkinkan masuk pada jam pelajaran pertama Chorong memasuki kelasnya pada jam pelajaran berikutnya. Ia yang semula berniat kabur mengurungkan niatnya karena kejadian tadi yang hingga saat ini membuatnya kesal seperti ingin mendorong pria bernama Kim Suho itu dari gedung pencakar langit. Masih ingat dengan jelas di pikirannya bibir pria itu menempel pada pipinya, uh Chorong sepertinya harus membasuh mukanya dengan sabun dan wewangian lainnya agar ia tidak terkena infeksi.

“Kau tak jadi membolos?” Irene memandang Chorong penuh tanya. “Niatnya sih begitu, sayangnya niatku terhalang oleh seseorang paling menyebalkan” jika Irene melihat dengan jelas pada mata Chorong disana terdapat tatapan tajam yang ditujukan pada siapapun yang mengganggunya.

“Baguslah kau tak membolos, jam pelajaran berikutnya kan ulangan bahasa uh kau akan kena hukuman oleh guru Choi jika tak hadir dengan alasan selain sakit” Irene membuat tanda seolah-olah hidup Chorong akan tamat.

“Apa?!! Kenapa kau tak memberitahuku! Aish aku belum belajar!” Chorong segera mengambil buku dalam tasnya dan membuka halaman demi halaman.

“Bab berapa yang akan diujikan?” tanyanya.

“Percuma kau belajar, kau akan tetap mendapat nilai buruk” pendapat Irene.

“Ya!”

***

“Astaga rasanya kepalaku ingin pecah!” Gerutu seseorang dengan menenggelamkan kepalanya pada tangan.

“Suruh siapa di dalam kelas kerjamu hanya tidur” ujar Irene.

“Setidaknya kau memberi tahuku lebih dulu” cicit Chorong. “Hey nona Park, aku sudah memberi tahumu kemarin malam, kau saja yang tak membaca chat ku. Untuk apa punya handphone, apa untuk menimpuk orang?” tanya Irene.

“Mulut mu itu Bae, aish, aku bingung kenapa mempunyai teman sepertimu yang bermulut tajam” Chorong menyipitkan matanya memandang irene dan menggerutu.

“Sudahlah simpan omong kosongmu itu. Ayo ke kantin. Aku lapar” ajak Irene. “Kau yang traktir” seringai Chorong.

“Baiklah-baiklah untuk menebus kesalahanku” mereka tertawa bersama dan keluar kelas.

***

“Kau ingin pesan apa?” tanya Irene setelah mereka tiba dikantin. “Aku ingin Kimbbap, cacing-cacing pada perutku sudah mulai berorcestra” Chorong memegangi perutnya dengan tatapan memelas.

“Hahaha baikalah, carilah bangku kosong” Chorong mengangguk dan berjalan pada salah satu bangku kosong di deretan paling belakang kantin.

“Kau menunggu lama? Maaf penuh sekali” Irene datang dengan 2 makanan di tangannya.

“Tak apa” Chorong mengambil kimbbapnya dengan tersenyum-senyum. “Mari makan” ujarnya riang. Baru saja ia akan mengambil sepotong kimbbapnya ‘Byur’seseorang menumpahkan jus pada kimbbapnya.

“Ya!” teriaknya kemudian melihat sang pelaku.

“Uh maaf sunbae, tanganku tergelincir. Akan ku ganti makananmu. Itu tak seberapa bagiku” ujar sang pelaku. Chorong hafal ia siapa, oh rasanya Chorong sudah naik pitam. Jika orang tersebut dengan tulus meminta maaf tak masalah untuknya. Tapi ia melihat seringai dan ejekan pada kalimat yang orang tersebut ucapkan. Irene memandangi mereka dengan was-was.

jika Chorong lepas kendali ini akan bahaya pikirnya. Semua yang ada di kantin melihat ke arah mereka. Seperti tontonan geratis.

Suho, Xiumin dan Lay yang baru tiba di kantin heran dengan apa yang terjadi hingga akhirnya Suho maju membelah kerumunan dan tertawa setelah melihat apa yang terjadi didepannya. Nah Park Chorong apa yang akan kau lakukan? Pikirnya.

“Myeon, apa tak apa membiarkan mereka?” tanya Xiumin. “Tenanglah hyung dan lihat apa yang akan terjadi” ujar Suho dengan memasukan kedua tangannya pada saku. “Aku bertaruh ini akan menjadi tontonan menarik” Lay menempelkan tangannya pada pundak Suho.

“Tak perlu” ujar Chorong menahan emosi jika kau melihat kebawah, tangannya sudah terkepal sempura.

“Kenapa, tak perlu sungkan sunbae. Bukankah kau mendekati Suho oppa juga karena hartanya” jika ini di komik, 4 siku sudah berada di sudut dahi Chorong kali ini.

‘Akh, aku tak bisa menahannya lagi!’ pikir Chorong.

‘Ini bahaya’ pikir Irene. Dia bersiap menahan Chorong namun terlambat. Tangan Chorong sudah lebih dulu mengambil Kimbbap dengan kuah jus tadi dan melemparkannya tepat pada wajah Rion.

“Ups, maaf tanganku tergelincir” ujar Chorong dengan memijit pergelangan tangannya. Seisi kantin dibuat melongo oleh tindakan Chorong. ‘Ku pikir akan lebih buruk’ irene.

Rion masih terkejut di tempatnya. Semua menertawakannya. “Bae, ayo pergi, nafsu makanku hilang” Chorong sudah beranjak dari tempatnya.

“Ya tunggu!” Irene mengejarnya setelah mengambil cup ramennya. Baru beberapa langkah Irene kembali lagi dan menyerahkan beberapa lembar tisu pada Rion.

“Make up mu luntur” Ujar Irene dengan wajah datar, tanpa menghiraukan tatapan Rion ia kembali mengejar Chorong.

“Dia luar biasa” heboh Lay.

“Ku pikir dia akan tunduk pada Rion ternyata sebaliknya haha” Xiumin menepuk nepuk pundak Lay.

“Eum, aku pergi dulu” Suho beranjak beberapa langkah dari tempatnya.

“Kau mau kemana?” tanya Xiumin.

“Paling menemui kekasih hebatnya itu” goda Lay.

“Diam kau Zhang Yixing”

Xiumin dan Lay tertawa terpingkal oleh kelakuan Suho.

***

Chorong dan Irene kembali kekelas. Aura suram menghampiri Chorong. Ia lapar tapi malas jika berlama-lama dikantin.

“Kenapa kau pergi?” tanya Irene yang sekarang sudah duduk dihadapannya dengan 1 cup ramen yang mengepul.

“Heol, kau sempat membawa itu?!” Chorong menunjuk ramen Irene.

“Memangnya kenapa? Aku lapar dan aku harus membawanya dari pada aku kelaparan” Irene sudah menyumpit ramennya dan meniup-niupnya.

Glek

Chorong menelan ludahnya.

“Berikan padaku” Chorong berniat mengambil makanan Irene namun sayang Irene lebih cepat. “Ets, beli sendiri sana!. Jatah traktiranmu hanya 1 kali” kemudian Irene melahap ramennya.

“Ya!”

“Park Chorong” panggil seseorang.

“Apa lagi!” bentaknya.

“Ah maaf, ada seseorang yang mencarimu diluar” ujar orang tersebut.

“Baikalah, terima kasih. Maaf membentakmu tadi. Aku sedang kesal” ungkapnya.

“Tak apa, aku tahu” jawab orang tersebut.

Chorong beranjak dari kursinya dan keluar kelas, sampai di pintu ia berdecak.

“Ada perlu apalagi?” tanya Chorong.

Suho, orang yang dimaksud memberikan sekantung pelastik pada Chorong.

“Apa ini?” Chorong mengerenyit.

“Bayaran untuk kau tidak membolos dan membuat sesuatu yang tak membosankan dikantin tadi” ujarnya.

“Ck, tak perlu. Dan semua ini karena kau!. Menjauhlah dariku, aku selalu sial jika bersamamu” Chorong berniat mengusir Suho.

“Ambil saja” Suho menyerahkannya ke tangan Chorong.

“Aku tak la (kriuk) par” Chorong menunduk dan merutuki perutnya yang berbunyi pada saat yang tak tepat.

“Haha perutmu tak bisa berbohong, sudahlah terima saja. Makan yang banyak ya anak baik” Suho mengelus puncak kepala Chorong dan pergi sebelum Chorong akan memukulnya.

“Ya!”

“Pastikan tak tersisa ok” Suho mengedipkan matanya. Chorong merasa ingin muntah.

“Aigo, romantisnya” gumam seseorang. Chorong membalikkan badannya. Sang adik tiangnya sudah ada disana dengan sekantung makanan juga.

“Diam kau!, apa yang kau bawa?” tanyanya melihat pada pelastik bawaan Chanyeol.

“Ini” Chanyeol mengangkat pelastiknya ke atas. “Tadinya akan kuberikan padamu agar kau tak kelaparan, tapi aku lupa jika sudah ada yang memperhatikanmu sekarang” sambungnya.

“Berikan padaku” Chorong memintanya.

Chanyeol menggeleng. Chorong mengerenyit. “Bukannya itu untukku” tanya Chorong. “Tadinya” “Lalu” Chorong semakin bingung. “Kau kan sudah punya” Chanyeol menunjuk pada tangan Chorong yang menggenggam pelastik.

“Tapi kau memberikan itu untukku jadi berikan” pinta Chorong. “Serakah sekali” ujar Chanyeol. “kalau begitu, kita bertukar” putus Chorong. “Tidak, aku makan ini dan kau itu, itu kan diberikan dengan penuh ‘cinta’ ” Chanyeol menyeringai.

“Ya!”

“Bye, nonna jangan lupa habiskan. Ingat pesan Suho Sunbae ok” Chanyeol tertawa dan berlari.

“Awas saja kau” Chorong menunjuk adiknya yang sudah jauh itu dengan kepalan tangan.

Ia berjalan masuk kelas dengan melihat isi kantung yang diberikan Suho. Ada ttopoki dan kimbbap didalamnya. “Tidak buruk” Chorong segera menghampiri Irene yang sudah menandaskan ramennya.

“Siapa?” tanya Irene.

“Praia menyebalkan dan pria tiang” jawab Chorong dengan mengeluarkan ttopoki juga kimbbap dari dalam kantung.

“Waw, sepertinya enak” Irene akan mengambil ttoppoki namun tangannya di pukul oleh Chorong.

“Ini jatahku” ujarnya.

“Pelit sekali” gerutu Irene. Ia melihat ada secarik kertas dalam kantung dan mengambilnya.

“Makanlah yang banyak, tertanda pacarmu yang tampan Suho” Irene membacakan isi dalam kertas itu.

“Uhuk” Chorong tersedak ttoppokinya.

***

semakin hari Suho semakin menempel pada Chorong, kenapa? Karena jika ia bersama Chorong maka Rion tak berani mendekat. Rion masih shock soal kejadian dikantin tempo hari.

“Eum, Myeon. Kau bilang tak ada perasaan pada Chorong. Tapi ku lihat semakin hari kau semakin menempel padanya” Lay bertanya pada Suho setelah pria tersebut duduk dihadapannya dan Xiumin setelah ia mengerjai Chorong terlebih dahulu. Lihat saja di sisi kantin lainnya ada Chorong yang terus menyumpah serapah Suho.

“Dia itu sedang jatuh cinta tapi tak ingin mengaku” jawab Xiumin kemudian menyupkan nasi ke mulutnya.

“Ck, aku bilang tak jatuh cinta. Dia kan alatku agar jauh dari para gadis genit” Suho mengambil minuman Lay.

“ya!, mulut bisa saja berbohong tapi hati tidak” balas Lay mengambil kembali minumannya.

“Dengar ya adikku sayang, tak akan ada yang tau perasaan cinta itu datang kapan dan pada siapa, mungkin kini kau tak menyadarinya tapi nanti siapa yang tau” nasihat sang anak paling tua.

“Ya ya terserah kalian” Suho acuh tak acuh. Namun ia kembali memandang sudut kantin lainnya dimana Chorong berada. Ketika tatapan mata mereka bertemu Suho tersenyum dan melambaikan tangannya sedangkan Chorong menatapnya tajam sambil mengepalkan tangannya ke udara.

“Haha” kelekar dua orang disamping Suho yang melihat kejadian itu.

***

Hari sudah larut ketika Chorong selesai latihan untuk mengikuti kejuaraan. Peluh membasahi sekujur tubuhnya. Ia mengambil handphone dalam lokernya. Satu pesan dari Chanyeol.

‘Nonna, aku tak bisa menjemputmu. Restoran sangat penuh kasihan ibu. Kau bisa pulang sendiri kan, atau minta tolong dengan Suho sunbae?’

Chorong berdecak, “Kenapa bawa-bawa nama pria itu” Chorong segera mengetik balasan pada Chanyeol.

‘Tak apa, aku bisa pulang sendiri’

 setelah menekan send. Ia meletakan kembali handphonenya, mengambil seragam dan menutup lokernya kembali.

“Hai” Sapa seseorang sambil tersenyum lalu menguap.

“Astaga, Kau membuatku terkejut” Chorong memegang dadanya “Untung saja aku tidak mempunyai riwayat penyakit jantung” omelnya.

“Ck, cerewet sekali. Kau baru selesai?” tanya orang tersebut. Chorong hanya menjawab dengan anggukan. “Kenapa kau masih disini?” tanya Chorong.

“Minseok hyung meninggalkanku ketika tertidur” jawabnya sambil merapikan rambutnya yang berantakan. “Oh” hanya itu balasan Chorong, ia segera meninggalkan Suho untuk mengganti pakainnya.

***

“Kau masih disini?” tanya Chorong setelah ia selesai berganti pakaian. Suho masih berdiri dekat lokernya dengan wajah mengantuk.

“ah, um ya. Tadi temanmu eunwang atau siapalah itu bilang kau tidak dijemput adikmu. Dan dia bilang ada urusan mendadak jd tidak bisa pulang bersama” Suho menjelaskan dengan setengah mengantuk.

“Ck, Eunkwang sialan!” gumamnya. “Minggir, aku mau ambil tas” Chorong menyingkirkan Suho dari depan lokernya.

“Ck, dasar bar bar” Suho segera menyingkir. Chorong segera mengambil tasnya dan berlalu meninggalkan Suho.

“Kenapa kau masih mengikutiku?!” tanya Chorong pada Suho yang berjalan dibelakangnya.

“Eum itu, Minseok hyung mengambil dompetku. Aku tak bisa pulang” melasnya.

“Telpon dia atau siapapun untuk menjemputmu!” titah Chorong. “Batrai handphoneku habis” Suho menunjukan handphonenya. “Ini pakai milikku” Chorong menyerahkan handphonenya, Suho segera menerimanya namun detik berikutnya ia terdiam. “Aku lupa nomor Minseok hyung” ujarnya. “No rumahmu” balas Chorong. Suho segera menekan no telpon rumahnya. “Tak ada yang mengangkat. Mereka semua kemana sih? Ck akan ku pecat mereka semua” Suho marah-marah pada handphone Chorong.

“Ck, berhentilah marah-marah dan jangan berbuat berlebihan!” nasehat Chorong, ia mengambil handphonenya.

“Naik bis saja denganku” tawar Chorong. Ia merapikan kembali tasnya dan berjalan.

“Hah? Tidak tidak. Aku. Naik bis. Tak ada sejarahnya” tolak Suho. “Kalau begitu jalan kaki saja sana!” Chorong meninggalkan Suho.

Mata Suho membola, jarak dari sekolah ke rumahnya lumayan jauh. Lebih parah jalan kaki dari pada naik bis. Ia segera mengejar Chorong yang semakin menjauh. “Ya! Tunggu aku!” panggilnya.

To be continue . . .

Posted in Apink, exo, fanfiction, suho

Tell Me What Is Love #1


Evina93/Chapter/PG 15

Romance, Comedy.

Kim Joon Myeon/Suho (Exo), Park Chorong (A Pink), Rion
” Perasaan tulus lah yang tidak bisa dibeli dengan uang”

Kim Joon Myeon atau lebih dikenal dengan panggilan Suho ini siapa yang tak mengenal dirinya di sekolah ini. Anak dari donatur terbesar sekolah, berotak lumayan namun sayang jarang digunakan, berparas tampan bak malaikat namun berkelakuan iblis. Semua orang tahu dia. Satu hal yang perlu kalian camkan baik-baik ‘JANGAN PERNAH BERURUSAN DENGAN SUHO’ atau kau akan tau akibatnya.

Seperti halnya kali ini, hanya karena seseorang menumpahkan sekotak susu pada seragamnya secara tak sengaja ia menghina habis-habisan orang tersebut. Siapa yang berani menolong? Tak ada. Kalaupun ada esok hari kau akan memberi salam perpisahan pada sekolahmu.

“Sudahlah Suho, kau tidak liat sebentar lagi bel masuk. Selesaikan ini dan segera kembali” perintah Xiumin. Sekasar apapun ia seburuk apapun ia, ia tidak bisa membantah Xiumin. Suho membantah maka ia yang kena hukumannya. Kenapa? Karena Xiumin itu kakaknya. 

Ah, mari ku perkenalkan, Xiumin atau Kim Minseok anak sulung keluarga Kim. Berlaku tenang tidak seperti suho. Memiliki wajah yang baby face. Bahkan banyak yang mengira dia itu junior. Ia sudah lelah memarahi Suho hingga ia mengambil keputusan. Asal tidak keterlaluan aku akan diam.

“Kali ini kau bebas, untung saja Xiumin Hyung berada disini jika tidak” Suho memvuat gerakan memenggal leher. Orang yang menjadi sasaran Suho hanya bisa menelan ludah “Te terima kasih” Suho pun berlalu untuk mengejar kakaknya.

“Kau tidak lelah berlaku seperti itu terus?” Tanya Xiumin ketika mereka berjalan di koridor menuju kelas masing-masing.

“Aku perlu hiburan” Suho menjawab dengan entengnya.

“Hh . . Siapa yang bisa menjinakkanmu sih, kau hanya menuruti perkataanku namun kembali melakukannya” ceroscos Xiumin.

“Kau pikir aku hewan” Suho menggerutu dibelakangnya, namun ia berhenti ketika melihat sosok perempuan berjalan dari arah berlawanan menuju dirinya. “Hyung, sepertinya aku akan membolos. Bye hyung” dan Suho berlari tanpa menunggu reaksi Xiumin selanjutnya.

“Ya! Mau kemana kau?!” teriak Xiumin.

“Suho oppa tunggu” seorang wanita berlari dari arah belakang Xiumin dan berhenti dengan nafas terputus-putus disampingnya.

“Xiumin oppa, Suho oppa akan pergi kemana?” Tanya sang wanita. “Mana aku tau” Xiumin hanya mengedikan bahu dan berlalu meninggalkannya.

“Haha kena kau Suho” Xiumin tertawa puas.

Perempuan tadi hanya cemberut di tempat dan menghentak-hentakan kakinya.

Mari ku perkenalkan seseorang yang bisa membuat Suho kabur terbirit-birit. Namanya Rion. Asing? dia berasal dari Jepang dan baru beberapa tahun tinggal di Korea. Keluarganya lumayan berpengaruh dalam bidang usaha. Ia adik kelas dari Suho dan Xiumin. Mempunyai obsesi besar terhadap Suho. Sehingga Suho membencinya dan memilih menjauhinya. Bukanlah rahasia jika Rion sangat ingin menjadi kekasih Suho.

“Chorong-a pst chorong, Park Chorong bangun” Seorang wanita berusaha membangunkan temannya yang sedang menjelajah ke alam mimpi. Namun yg didapat tak ada tanggapan sama sekali masih saja membaringkan wajahnya pada meja.

“Astaga, aku tak ikut campur lagi” gumam wanita tadi. Jika ini dirumah tak masalah baginya tapi ini sekolah, di dalam kelas, pelajaran guru Jung yang terkenal sangat killer. Matilah kau Park Chorong.

Derap langkah kaki menghampiri meja Chorong, murid lain sudah menunduk dan mengasihani nasib seseorang di meja belakang sana.

setelah sampai pada tempat yang dituju sang guru langsung saja mengetuk meja tersebut dengan penggaris kayu. 

“Kenapa berisik sekali sih!” Chorong membuka matanya awalnya ia akan membentaknya lagi tapi setelah melihat sang pelaku “Pak kau tampan sekali hari ini” ujarnya sambil tersenyum bodoh.

Semua yang didalam kelas tergelak, “Hentikan!” dan kelas pun sunyi seketika. “Nona Park sudah berpa kali kau tidur di jam pelajaranku, apa pelajaranku sangat membosankan hingga membuatmu terlelap?”.

“Apa aku harus jujur pak?” tanyanya.

“Tentu saja”

“Sejujurnya aku tidak mengerti dengan apa yang kau jelaskan, mencerna semua penjelasanmu membuat kepalaku berputar. Jadi ku putuskan untuk menaruh kepalaku diatas meja siapa sangka aku terlelap” tuturnya. Yang lain hanya bisa menahan tawanya. Ada yang mengatakan jika ia ini terlampau jujur ada pula yang mengatakan ia bodoh.

Reaksi sang guru hanya memijat pelipisnya “Nona Park, kau tak bisa hanya mengandalkan keahlianmu saja dalam seni bela diri. Kau juga perlu nilai akademik untuk naik kelas dan lulus. Dan apa ini, kenapa kau memakai celana olahraga dibalik rokmu!”.

“Ini membuatku lebih nyaman pak, kau tahu kan lelaki sekarang banyak yang mesum” ujarnya berbisik pada sang guru. 

“Ya! Bersihkan halaman sekarang juga!” perintah sang guru.

Park Chorong, murid tingkat 2 SHS. Atlit beladiri cabang taekwondo, jadi wahai para pria jangan macam-macam padanya. Berparas manis, namun ganas. Dia malas dalam hal belajar, bukannya tak bisa.

“Kenapa mendadak halaman ini banyak sampahnya sih” Chorong mengambil beberapa bekas minuman botol dan menaruhnya didalam kantung sampah. 

Selesai dengan tugasnya Chorong membawa sampah-sampah itu ke samping gedung sekolah. “Ini melelahkan, kenapa tempat sampah jauh sekali sih” gerutunya. Seperti mendpatkan sebuah pencerahan ia sedikit tersenyum. Memutar-mutar badannya pegangannya semakin erat pada kantung pelastik itu. Dikira sudah cukup kencang ia melonggarkan pegangannya dan mengarahkan ke bak sampah. “Masuklah!” teriaknya.

Namun naas, sebelum menuju bak sampah tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dari lorong dekat bak sampah “Ya! Awas!” teriak Chorong. Orang yang diteriaki berbalik melihat yang memanggilnya, matanya membulat, sialnya ia tak bisa menghindar alhasil kantung itu mendarat di wajahnya.

Buk

Dan ia pun terjatuh. Chorong segera berlari menghampiri. “Apa kau baik-baik saja? Maafkan aku” ujarnya dengan mengulurkan tangan membantu orang tersebut berdiri.

“Ya! Kau cari gara-gara denganku huh? Kau tak tau siapa aku?!” marah orang tersebut.

“Aku kan sudah minta maaf. Kenapa kau marah-marah” Chorong menatapnya tajam.

“Kau benar-benar cari masalah. Tak tahu kah kau siapa aku?” pria yang tadi terkena lemparan Chorong berdiri dari keadaan naasnya itu membersihkan seragamnya dan memandang remeh wanita dihadapannya.

“Memangnya kau siapa?” tanya Chorong santai sambil mengusap hidungnya yang sedikit gatal. “Kau tak tau siapa aku,astaga” pria tersebut menghembuskan nafasnya kasar “Baiklah, mungkin kau tak tau Wajahku, mungkin kau tau namaku. Aku Kim Suho” pria itu tersenyum sinis.

Chorong terhenti seketika dari kegiatannya. Dahinya mengerenyit.

‘Gotcha, kena kau’ Suho tertawa sinis dalam hati.

Namun reaksi selanjutnya dari Chorong membuatnya ternganga “Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Ah molla molla. Yang jelas aku sudah minta maaf ok” Chorong mengambil kantung keresek sampahnya tadi dan berjalan menuju bak pembuangan dengan santainya, mengabaikan Suho yang menatapnya tak percaya. 

Selesai membereskan tugasnya ia menepuk-nepuk tangangnya membersihkan debu “Kau masih ingin disini? Kalau begitu aku duluan. Annyeong” pamitnya meninggalkan Suho yang masih memandangnya tak percaya.

Ini tak bisa dibiarkan, Suho mengejar Chorong dengan refleks mencengkram tangannya “Hei!” Chorong yang selalu waspa itupun dengan lihai membalik keadaan dengan memelintir tangan Suho dan menjatuhkannya ke tanah. “Ya ya appo! Appo” rintih Suho. “Kau mau apa huh?” nada ancaman keluar dari bibir gadis itu di dekat telinga Suho, ia masih menahan tangan Suho dibelakang tubuhnya, aura ancaman sudah keluar dari dirinya tak peduli Suho sedang merintih kesakitan.

“Nona!” Panggil seseorang, Chorong mengalihkan atensinya. Aura membunuh yang sebelumnya terpancar terganti menjadi aura musim semi. “Eoh, Chanyeol”.

Chorong buru-buru melepaskan Suho. “Apa yang kau lakukan disana?” tanya Chanyeol dengan memincingkan matanya.

“Eum, tak ada. Sedang apa kau disini? Bukankah ini masih jam pelajaran?” Chorong berusaha mengalihkan topik.

“Harusnya aku yang bertanya padamu, aku disuruh guru Choi mengembalikan ini” ia mengangkat beberapa buku ditangannya. “Oh, akan ku bantu” Chorong berjalan mendekati Chanyeol. Namun sebelum beranjak dari tempatnya ia membisikan sesuatu pada Suho “Kali ini kau bebas” gumamnya dan melanjutkan langkahnya.

“Sini aku bantu, kemana?” tanyanya pada Chanyeol. “Perpus” dan merekapun berjalan beriringan.

Uh, Suho rasa harga dirinya sudah diinjak-injak. Ia memijat tangannya dan punggungnya sendiri “Awas saja kau”.

Chorong dan Chanyeol berjalan beriringan menuju perpus. Chanyeol itu adik Chorong. Mereka hanya berbeda 1 thn. 

“Kau dihukum lagi ya?” tanya Chanyeol, respon dari sang kakak hanya cengirian. “Jangan adukan ini pada ibu” Chanyeol bersmirk ria ” 1 paket makan Siang” ujarnya kemudian. Chorong mendengus, sial adiknya ini. “Arra arra”.

“Ngomong-ngomong nonna, siapa yang bersamamu tadi?” mereka sudah berbelok masuk ke perpustakaan. 

“Annyeong haseo, aku menyerahkan ini saja” ujar Chanyeol dan menaruh bukunya diikuti Chorong pada meja sang petugas.

“Ah baiklah terima kasih” ujar sang petugas.

“Kalau begitu kami pamit, annyeong haseo” mereka menunduk hormat kemudian kembali keluar.

“Pria yang mengesalkan jadi aku sedikit memberi pelajaran padanya” jawab Chorong dari pertanyaan adiknya tadi.

“Kau tak menghajarnya kan?” mereka mengobrol tanpa memandang satu sama lain,fomus mereka hanya jalan di depan.

“Sedikit” jujur Chorong. “Ck, apa temanmu?” “Kau mengintrogasiku?” Chorong sedikit kesal. “Hanya bertanya, siapa dia?” “Jika aku tak salah dengar namanya Kim Suyong,eh Sulong, ah aku lupa” Chorong mengacak rambutnya. “Ah benar Suho, Kim Suho” ujarnya kemudian.

“Oh Kim Suho” tanggap sang adik.

1 detik 

2 detik.

“Mwo, Kim Suho! Nona untuk sementara jauh-jauhlah dari ku. Aku tak ingin terkena maslah” Sang adik berangsur menjauh.

“Memangnya kenapa?” Chorong mengerenyitkan keningnya. Apa hebatnya Suho itu.

“Astaga, kau tak tau siapa Suho Sunbae? Bukankah dulu sudah ku katakan, tak apa kau membuat masalah asal tidak dengan keluarga Kim, kau bisa di tendang dari sekolah ini nonna, dan baru saja kau bilang kau menghajarnya. Astga astga. Tamatlah riwayatmu” Chanyeol memijat pelipisnya sambil mondar mandir.

“Maksudmu Kim yang itu? Aish kenapa kau tak bilang. Pantas saja aku pernah mendengar namanya, ah bagaimana ini?” Chorong mengacak rambutnya.

“Pokonya sementara ini, jangan dekati aku disekolah, annyoung nonna” Chanyeol meninggalkan Chorong yang frustasi disana.

“Ya! Adik macam apa kau ini!” 

setelah jam pelanjaran berakhir, Suho baru memasuki kelasnya. “Yo, kawan dari mana saja?” tanya Yixing kawan sebangkunya.

” Menghindari singa betina dan malah bertemu singa liar” tuturnya yang kali ini sudah menjatuhkan tubuh di bangkunya. “Maksudmu?” Yixing sedikit bingung akan istilah yang digunakan temannya ini.

” Aku menghindari Rion dan sialnya aku bertemu gadis barbar yang melemparkan kantung sampah pada wajahku juga menghajarku” kesalnya. Tapi ia mendengar suara tawa puas dari sebelahnya. “Berhentilah tertawa!” bentaknya.

“Ini luar biasa, siapa gadis itu?” Yixing sangat antusias pasalny baru kali ini ada yang berani melawan teman disebelahnya ini.

“Entahlah, yang pasti tak akan ku biarkan ia hidup tenang” oow, sepertinya ini akan menarik pikir Yixing.

Pagi ini Chorong entah kenapa malas sekali untuk bersekolah. Karena percakapnnya dengan sang adik semalam ia jadi ragu untuk sekolah. Bagaimana jika Suho itu membawa masalah ini lebih lanjut. Ia hanya bila menghela nafas dan berdoa pada sang kuasa agar ia tak bertemu lagi dengan makhluk bernama Kim Suho itu.

“Park Chorong” Panggil seseorang.

“Nde” Chorong membalikkan tubuhnya. Oh tuhan kenapa kau tak mengabulkan permintaanku. Pikir Chorong.

Ya dihadapannya sekarang Suho telah tersenyum iblis menatapnya. Chorong hanya bisa menelan ludah.

“Ah, kau. Selamat pagi. Oh, sepertinya sebentar lagi bel masuk. kalau begitu aku duluan. Annyeong” Chorong melambaikan tangannya dan sudah bersial akan berlari. 

“Eit, mau kemana kau? Urusan kita belum selesai” sayangnya Suho sudah menahan hodie yang dipakai Chorong. Sebenarnya dalam keadaan seperti ini Chorong bisa saja melawan hanya saja ia tak ingin menambah masalah.

“Hehe, memangnya kita ada urusan apa ya?” Chorong menggaruk kepalanya, pura-pura lupa. Itulah idenya.

“Ya kau!”

“Oppa” belum selesai berbicara ada yang memanggilnya. Mereka berdua mengalihkan penglihatan pada sang pemanggil.

‘sial kenapa sekarang’ pikir Suho. Sedangkan Chorong hanya mengerejepkan matanya bingung.

“Oppa siapa dia?” tanya Rion. Ya yang memanggilnya tadi adalah Rion. 

Chorong menunjuk dirinya sendiri “Aku? Oh aku hanya”

“Dia pacarku!” Suho yang semula memegang hodie Chorong beralih dengan merangkulnya.

“Mwo?!” Chorong membulatkan matanya. Rion seperti mendapat hantaman 1000 ton. 

“Daebak!” ujar Xiumin dan Yixing.

Chanyeol menjatuhkan rotinya dan mulut mengang lebar. Yang lain mulai berbisik-bisik. Sedangkan sang pelaku pembuat kehebohan hanya tersenyum bodoh.

Tbc
Hallo, aku balik lagi bawa cerita lain. Entah kenapa saya ingin membuat cerita dari cast ini, semoga kalian suka. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ^^.

Kamsahamida . .