Posted in Apink, exo, fanfiction, suho

Tell Me What Is Love #1


Evina93/Chapter/PG 15

Romance, Comedy.

Kim Joon Myeon/Suho (Exo), Park Chorong (A Pink), Rion
” Perasaan tulus lah yang tidak bisa dibeli dengan uang”

Kim Joon Myeon atau lebih dikenal dengan panggilan Suho ini siapa yang tak mengenal dirinya di sekolah ini. Anak dari donatur terbesar sekolah, berotak lumayan namun sayang jarang digunakan, berparas tampan bak malaikat namun berkelakuan iblis. Semua orang tahu dia. Satu hal yang perlu kalian camkan baik-baik ‘JANGAN PERNAH BERURUSAN DENGAN SUHO’ atau kau akan tau akibatnya.

Seperti halnya kali ini, hanya karena seseorang menumpahkan sekotak susu pada seragamnya secara tak sengaja ia menghina habis-habisan orang tersebut. Siapa yang berani menolong? Tak ada. Kalaupun ada esok hari kau akan memberi salam perpisahan pada sekolahmu.

“Sudahlah Suho, kau tidak liat sebentar lagi bel masuk. Selesaikan ini dan segera kembali” perintah Xiumin. Sekasar apapun ia seburuk apapun ia, ia tidak bisa membantah Xiumin. Suho membantah maka ia yang kena hukumannya. Kenapa? Karena Xiumin itu kakaknya. 

Ah, mari ku perkenalkan, Xiumin atau Kim Minseok anak sulung keluarga Kim. Berlaku tenang tidak seperti suho. Memiliki wajah yang baby face. Bahkan banyak yang mengira dia itu junior. Ia sudah lelah memarahi Suho hingga ia mengambil keputusan. Asal tidak keterlaluan aku akan diam.

“Kali ini kau bebas, untung saja Xiumin Hyung berada disini jika tidak” Suho memvuat gerakan memenggal leher. Orang yang menjadi sasaran Suho hanya bisa menelan ludah “Te terima kasih” Suho pun berlalu untuk mengejar kakaknya.

“Kau tidak lelah berlaku seperti itu terus?” Tanya Xiumin ketika mereka berjalan di koridor menuju kelas masing-masing.

“Aku perlu hiburan” Suho menjawab dengan entengnya.

“Hh . . Siapa yang bisa menjinakkanmu sih, kau hanya menuruti perkataanku namun kembali melakukannya” ceroscos Xiumin.

“Kau pikir aku hewan” Suho menggerutu dibelakangnya, namun ia berhenti ketika melihat sosok perempuan berjalan dari arah berlawanan menuju dirinya. “Hyung, sepertinya aku akan membolos. Bye hyung” dan Suho berlari tanpa menunggu reaksi Xiumin selanjutnya.

“Ya! Mau kemana kau?!” teriak Xiumin.

“Suho oppa tunggu” seorang wanita berlari dari arah belakang Xiumin dan berhenti dengan nafas terputus-putus disampingnya.

“Xiumin oppa, Suho oppa akan pergi kemana?” Tanya sang wanita. “Mana aku tau” Xiumin hanya mengedikan bahu dan berlalu meninggalkannya.

“Haha kena kau Suho” Xiumin tertawa puas.

Perempuan tadi hanya cemberut di tempat dan menghentak-hentakan kakinya.

Mari ku perkenalkan seseorang yang bisa membuat Suho kabur terbirit-birit. Namanya Rion. Asing? dia berasal dari Jepang dan baru beberapa tahun tinggal di Korea. Keluarganya lumayan berpengaruh dalam bidang usaha. Ia adik kelas dari Suho dan Xiumin. Mempunyai obsesi besar terhadap Suho. Sehingga Suho membencinya dan memilih menjauhinya. Bukanlah rahasia jika Rion sangat ingin menjadi kekasih Suho.

“Chorong-a pst chorong, Park Chorong bangun” Seorang wanita berusaha membangunkan temannya yang sedang menjelajah ke alam mimpi. Namun yg didapat tak ada tanggapan sama sekali masih saja membaringkan wajahnya pada meja.

“Astaga, aku tak ikut campur lagi” gumam wanita tadi. Jika ini dirumah tak masalah baginya tapi ini sekolah, di dalam kelas, pelajaran guru Jung yang terkenal sangat killer. Matilah kau Park Chorong.

Derap langkah kaki menghampiri meja Chorong, murid lain sudah menunduk dan mengasihani nasib seseorang di meja belakang sana.

setelah sampai pada tempat yang dituju sang guru langsung saja mengetuk meja tersebut dengan penggaris kayu. 

“Kenapa berisik sekali sih!” Chorong membuka matanya awalnya ia akan membentaknya lagi tapi setelah melihat sang pelaku “Pak kau tampan sekali hari ini” ujarnya sambil tersenyum bodoh.

Semua yang didalam kelas tergelak, “Hentikan!” dan kelas pun sunyi seketika. “Nona Park sudah berpa kali kau tidur di jam pelajaranku, apa pelajaranku sangat membosankan hingga membuatmu terlelap?”.

“Apa aku harus jujur pak?” tanyanya.

“Tentu saja”

“Sejujurnya aku tidak mengerti dengan apa yang kau jelaskan, mencerna semua penjelasanmu membuat kepalaku berputar. Jadi ku putuskan untuk menaruh kepalaku diatas meja siapa sangka aku terlelap” tuturnya. Yang lain hanya bisa menahan tawanya. Ada yang mengatakan jika ia ini terlampau jujur ada pula yang mengatakan ia bodoh.

Reaksi sang guru hanya memijat pelipisnya “Nona Park, kau tak bisa hanya mengandalkan keahlianmu saja dalam seni bela diri. Kau juga perlu nilai akademik untuk naik kelas dan lulus. Dan apa ini, kenapa kau memakai celana olahraga dibalik rokmu!”.

“Ini membuatku lebih nyaman pak, kau tahu kan lelaki sekarang banyak yang mesum” ujarnya berbisik pada sang guru. 

“Ya! Bersihkan halaman sekarang juga!” perintah sang guru.

Park Chorong, murid tingkat 2 SHS. Atlit beladiri cabang taekwondo, jadi wahai para pria jangan macam-macam padanya. Berparas manis, namun ganas. Dia malas dalam hal belajar, bukannya tak bisa.

“Kenapa mendadak halaman ini banyak sampahnya sih” Chorong mengambil beberapa bekas minuman botol dan menaruhnya didalam kantung sampah. 

Selesai dengan tugasnya Chorong membawa sampah-sampah itu ke samping gedung sekolah. “Ini melelahkan, kenapa tempat sampah jauh sekali sih” gerutunya. Seperti mendpatkan sebuah pencerahan ia sedikit tersenyum. Memutar-mutar badannya pegangannya semakin erat pada kantung pelastik itu. Dikira sudah cukup kencang ia melonggarkan pegangannya dan mengarahkan ke bak sampah. “Masuklah!” teriaknya.

Namun naas, sebelum menuju bak sampah tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dari lorong dekat bak sampah “Ya! Awas!” teriak Chorong. Orang yang diteriaki berbalik melihat yang memanggilnya, matanya membulat, sialnya ia tak bisa menghindar alhasil kantung itu mendarat di wajahnya.

Buk

Dan ia pun terjatuh. Chorong segera berlari menghampiri. “Apa kau baik-baik saja? Maafkan aku” ujarnya dengan mengulurkan tangan membantu orang tersebut berdiri.

“Ya! Kau cari gara-gara denganku huh? Kau tak tau siapa aku?!” marah orang tersebut.

“Aku kan sudah minta maaf. Kenapa kau marah-marah” Chorong menatapnya tajam.

“Kau benar-benar cari masalah. Tak tahu kah kau siapa aku?” pria yang tadi terkena lemparan Chorong berdiri dari keadaan naasnya itu membersihkan seragamnya dan memandang remeh wanita dihadapannya.

“Memangnya kau siapa?” tanya Chorong santai sambil mengusap hidungnya yang sedikit gatal. “Kau tak tau siapa aku,astaga” pria tersebut menghembuskan nafasnya kasar “Baiklah, mungkin kau tak tau Wajahku, mungkin kau tau namaku. Aku Kim Suho” pria itu tersenyum sinis.

Chorong terhenti seketika dari kegiatannya. Dahinya mengerenyit.

‘Gotcha, kena kau’ Suho tertawa sinis dalam hati.

Namun reaksi selanjutnya dari Chorong membuatnya ternganga “Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Ah molla molla. Yang jelas aku sudah minta maaf ok” Chorong mengambil kantung keresek sampahnya tadi dan berjalan menuju bak pembuangan dengan santainya, mengabaikan Suho yang menatapnya tak percaya. 

Selesai membereskan tugasnya ia menepuk-nepuk tangangnya membersihkan debu “Kau masih ingin disini? Kalau begitu aku duluan. Annyeong” pamitnya meninggalkan Suho yang masih memandangnya tak percaya.

Ini tak bisa dibiarkan, Suho mengejar Chorong dengan refleks mencengkram tangannya “Hei!” Chorong yang selalu waspa itupun dengan lihai membalik keadaan dengan memelintir tangan Suho dan menjatuhkannya ke tanah. “Ya ya appo! Appo” rintih Suho. “Kau mau apa huh?” nada ancaman keluar dari bibir gadis itu di dekat telinga Suho, ia masih menahan tangan Suho dibelakang tubuhnya, aura ancaman sudah keluar dari dirinya tak peduli Suho sedang merintih kesakitan.

“Nona!” Panggil seseorang, Chorong mengalihkan atensinya. Aura membunuh yang sebelumnya terpancar terganti menjadi aura musim semi. “Eoh, Chanyeol”.

Chorong buru-buru melepaskan Suho. “Apa yang kau lakukan disana?” tanya Chanyeol dengan memincingkan matanya.

“Eum, tak ada. Sedang apa kau disini? Bukankah ini masih jam pelajaran?” Chorong berusaha mengalihkan topik.

“Harusnya aku yang bertanya padamu, aku disuruh guru Choi mengembalikan ini” ia mengangkat beberapa buku ditangannya. “Oh, akan ku bantu” Chorong berjalan mendekati Chanyeol. Namun sebelum beranjak dari tempatnya ia membisikan sesuatu pada Suho “Kali ini kau bebas” gumamnya dan melanjutkan langkahnya.

“Sini aku bantu, kemana?” tanyanya pada Chanyeol. “Perpus” dan merekapun berjalan beriringan.

Uh, Suho rasa harga dirinya sudah diinjak-injak. Ia memijat tangannya dan punggungnya sendiri “Awas saja kau”.

Chorong dan Chanyeol berjalan beriringan menuju perpus. Chanyeol itu adik Chorong. Mereka hanya berbeda 1 thn. 

“Kau dihukum lagi ya?” tanya Chanyeol, respon dari sang kakak hanya cengirian. “Jangan adukan ini pada ibu” Chanyeol bersmirk ria ” 1 paket makan Siang” ujarnya kemudian. Chorong mendengus, sial adiknya ini. “Arra arra”.

“Ngomong-ngomong nonna, siapa yang bersamamu tadi?” mereka sudah berbelok masuk ke perpustakaan. 

“Annyeong haseo, aku menyerahkan ini saja” ujar Chanyeol dan menaruh bukunya diikuti Chorong pada meja sang petugas.

“Ah baiklah terima kasih” ujar sang petugas.

“Kalau begitu kami pamit, annyeong haseo” mereka menunduk hormat kemudian kembali keluar.

“Pria yang mengesalkan jadi aku sedikit memberi pelajaran padanya” jawab Chorong dari pertanyaan adiknya tadi.

“Kau tak menghajarnya kan?” mereka mengobrol tanpa memandang satu sama lain,fomus mereka hanya jalan di depan.

“Sedikit” jujur Chorong. “Ck, apa temanmu?” “Kau mengintrogasiku?” Chorong sedikit kesal. “Hanya bertanya, siapa dia?” “Jika aku tak salah dengar namanya Kim Suyong,eh Sulong, ah aku lupa” Chorong mengacak rambutnya. “Ah benar Suho, Kim Suho” ujarnya kemudian.

“Oh Kim Suho” tanggap sang adik.

1 detik 

2 detik.

“Mwo, Kim Suho! Nona untuk sementara jauh-jauhlah dari ku. Aku tak ingin terkena maslah” Sang adik berangsur menjauh.

“Memangnya kenapa?” Chorong mengerenyitkan keningnya. Apa hebatnya Suho itu.

“Astaga, kau tak tau siapa Suho Sunbae? Bukankah dulu sudah ku katakan, tak apa kau membuat masalah asal tidak dengan keluarga Kim, kau bisa di tendang dari sekolah ini nonna, dan baru saja kau bilang kau menghajarnya. Astga astga. Tamatlah riwayatmu” Chanyeol memijat pelipisnya sambil mondar mandir.

“Maksudmu Kim yang itu? Aish kenapa kau tak bilang. Pantas saja aku pernah mendengar namanya, ah bagaimana ini?” Chorong mengacak rambutnya.

“Pokonya sementara ini, jangan dekati aku disekolah, annyoung nonna” Chanyeol meninggalkan Chorong yang frustasi disana.

“Ya! Adik macam apa kau ini!” 

setelah jam pelanjaran berakhir, Suho baru memasuki kelasnya. “Yo, kawan dari mana saja?” tanya Yixing kawan sebangkunya.

” Menghindari singa betina dan malah bertemu singa liar” tuturnya yang kali ini sudah menjatuhkan tubuh di bangkunya. “Maksudmu?” Yixing sedikit bingung akan istilah yang digunakan temannya ini.

” Aku menghindari Rion dan sialnya aku bertemu gadis barbar yang melemparkan kantung sampah pada wajahku juga menghajarku” kesalnya. Tapi ia mendengar suara tawa puas dari sebelahnya. “Berhentilah tertawa!” bentaknya.

“Ini luar biasa, siapa gadis itu?” Yixing sangat antusias pasalny baru kali ini ada yang berani melawan teman disebelahnya ini.

“Entahlah, yang pasti tak akan ku biarkan ia hidup tenang” oow, sepertinya ini akan menarik pikir Yixing.

Pagi ini Chorong entah kenapa malas sekali untuk bersekolah. Karena percakapnnya dengan sang adik semalam ia jadi ragu untuk sekolah. Bagaimana jika Suho itu membawa masalah ini lebih lanjut. Ia hanya bila menghela nafas dan berdoa pada sang kuasa agar ia tak bertemu lagi dengan makhluk bernama Kim Suho itu.

“Park Chorong” Panggil seseorang.

“Nde” Chorong membalikkan tubuhnya. Oh tuhan kenapa kau tak mengabulkan permintaanku. Pikir Chorong.

Ya dihadapannya sekarang Suho telah tersenyum iblis menatapnya. Chorong hanya bisa menelan ludah.

“Ah, kau. Selamat pagi. Oh, sepertinya sebentar lagi bel masuk. kalau begitu aku duluan. Annyeong” Chorong melambaikan tangannya dan sudah bersial akan berlari. 

“Eit, mau kemana kau? Urusan kita belum selesai” sayangnya Suho sudah menahan hodie yang dipakai Chorong. Sebenarnya dalam keadaan seperti ini Chorong bisa saja melawan hanya saja ia tak ingin menambah masalah.

“Hehe, memangnya kita ada urusan apa ya?” Chorong menggaruk kepalanya, pura-pura lupa. Itulah idenya.

“Ya kau!”

“Oppa” belum selesai berbicara ada yang memanggilnya. Mereka berdua mengalihkan penglihatan pada sang pemanggil.

‘sial kenapa sekarang’ pikir Suho. Sedangkan Chorong hanya mengerejepkan matanya bingung.

“Oppa siapa dia?” tanya Rion. Ya yang memanggilnya tadi adalah Rion. 

Chorong menunjuk dirinya sendiri “Aku? Oh aku hanya”

“Dia pacarku!” Suho yang semula memegang hodie Chorong beralih dengan merangkulnya.

“Mwo?!” Chorong membulatkan matanya. Rion seperti mendapat hantaman 1000 ton. 

“Daebak!” ujar Xiumin dan Yixing.

Chanyeol menjatuhkan rotinya dan mulut mengang lebar. Yang lain mulai berbisik-bisik. Sedangkan sang pelaku pembuat kehebohan hanya tersenyum bodoh.

Tbc
Hallo, aku balik lagi bawa cerita lain. Entah kenapa saya ingin membuat cerita dari cast ini, semoga kalian suka. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ^^.

Kamsahamida . . 

Advertisements

Author:

just a girl with imagination

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s